Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 06 Februari 2010

Instalasi Komputer
PENDAHULUAN
Untuk dapat melakukannya, pertama anda harus dapat mengerti keterangan berbahasa Inggris yang tertulis dalam manual peralatan elektronik komputer maupun program-program komputernya, bila perlu siapkan kamus bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang dipergunakan dalam hal ini cukup sederhana dan mudah di mengerti, hanya dengan mengenal sedikit tata bahasa Inggris anda dapat memahami maksud petunjuk pembuat hardware maupun program sistem operasi dan sistem aplikasinya.
Dalam perakitan komputer, tangan anda tidak boleh basah (berkeringat) dan anda tidak boleh memegang bagian tengah chip IC termasuk processor dan memory. Keringat dapat menyebabkan short pada rangkaian elektronik motherboard saat anda menyalakannya. Pegangan tangan pada bagian tengah chip IC dapat merusak isinya karena tangan anda mengandung listrik statik. Bila perlu maka akan lebih baik lagi apabila pada saat merakit, tangan anda mengenakan gelang yang terbuat dari logam kabel (kabel yang telah dikelupas kulitnya) dan terhubung dengan lantai atau tanah (grounding), agar listrik dari tangan anda tidak merusak chip IC tetapi diteruskan ke tanah.
KOMPONEN SEBUAH PC
Untuk merakit sebuah komputer personal diperlukan peralatan elektronik paling sedikit sebagai berikut :
1. Layar Monitor, berbentuk seperti televisi karena memiliki tabung kaca RGB. Ada pula layar monitor jenis LCD (liquid cristal display) yang hanya membutuhkan listrik sedikit. Anda dapat memilih salah satu jenis VGA, SVGA ataupun LCD (jenis-jenis ini yang banyak dijadikan kelengkapan standard pada sebuah komputer personal saat ini).
2. Motherboard (mainboard), merupakan komponen tempat terpasangnya perangkat lain pada personal computer, dapat dipilih dari jenis motherboard yang mampu mengendalikan processor baik AMD maupun Intel. Single Processor maupun Dual Processor.
3. Processor, sebagai pusat pengendali seluruh proses, untuk saat ini ada 2 jenis yang bisa anda pilih yaitu produk dari INTEL atau AMD. Processor ini biasanya berpasangan dengan Heat Sink and Fan (HSF) yang terdiri dari logam pendingin dan kipas, berfungsi sebagai pendingin.
4. Memori RAM (random access memory), dapat dipilih yang sesuai dengan jenis yang cocok dengan motherboad yang anda miliki. Ada beberapa jenis RAM dan anda bisa menanyakan ke toko jenis RAM yang cocok dengan motherboard yang akan anda beli. Jenis RAM yang umum digunakan saat ini antara lain SDR RAM, DDR RAM dan DDR2 RAM, dengan kapasitas yang bervariasi mulai dari 64 Mbyte, 256 Mbyte sampai 1 GB per buahnya. Memori berfungsi menyimpan sementara program aplikasi dan sistem operasi maupun file kerja selama komputer dioperasikan. Semakin besar ukuran yang dipergunakan semakin terasa handal komputer yang anda rakit pada saat sedang mengetik atau menggambar.
5. VGA (Video Graphic Array) Card, merupakan komponen yang berfungsi untuk mengolah data video/grafik. Untuk saat ini ada yang bersifat terintegrasi dengan motherboard (on board) dan ada yang dipasangkan pada motherboard (add on). Jenis VGA Card antara lain tipe PCI slot, AGP slot dan PCI Express slot.
6. Floppy drive dan kabelnya, anda dapat memilih yang standard dan umum terpasang di PC yang ada saat ini yaitu jenis flopy drive 3,5 inch dengan kapasitas 1,44 Mbyte.
7. Harddisk berikut kabelnya, anda dapat memilih jenis hardisk sesuai dengan kebutuhan mulai dari kapasitas 1 Gbyte, 2,3 Gbyte s/d 120 Gbyte. Hardisk saat ini ada 2 jenis yang biasa dipakai untuk personal computer yaitu jenis IDE dan jenis SATA.
8. Keyboard, dapat dipilih keyboard yang sesuai dengan selera anda. Berdasarkan konektornya, keyboard memiliki jenis PS/2, USB dan Wireless.
9. Mouse, dapat dipilih sesuai kebutuhan. Berdasarkan konektornya, keyboard memiliki jenis PS/2, USB dan Wireless.
10. CD/DVD ROM drive, komponen untuk membaca media CD/DVD. Berguna untuk menginstall sistem operasi dan program aplikasi yang diperlukan.
11. Sound Card, merupakan komponen yang berfungsi untuk mengolah data audio. Untuk saat ini ada yang bersifat terintegrasi dengan motherboard (on board) dan ada yang dipasangkan pada motherboard (add on). Jenis Sound Card antara lain tipe PCI slot dan ISA slot.
12. Casing, sebagai tempat terpasangnya seluruh komponen agar terlihat bersih dan rapi.
13. Power Supply, sebagai penyuplai / penyedia arus listrik.
14. Speaker Active System, komponen untuk memunculkan suara hasil proses Sound Card.
15. Modem, komponen untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet. Untuk saat ini ada tipe modem internal yang terintegrasi dengan motherboard (on board) maupun yang dipasang pada slot PCI (add on) dan juga tipe modem eksternal yang dipasang pada Serial port atau USB port.
16. TV Tuner, komponen yang digunakan agar komputer dapat menangkap siaran televisi, biasanya juga bisa menangkap siaran radio. Jenisnya ada yang internal dan eksternal.
17. Disket atau CD yang berisi software sistem operasi dan software aplikasi.
18. Stabilizer, komponen yang digunakan agar kondisi listrik yang terhubung ke komputer stabil.
19. Printer, sebagai komponen untuk menampilkan hasil proses komputer pada media cetak, seperti kertas. Printer yang umum digunakan adalah type Dot Metrik (pita), type inkjet (tinta cair), type laserjet (toner / tinta serbuk).
20. Scanner, sebagai komponen untuk memasukan objek gambar ke komputer.
Setiap komponen tersebut bisa anda pilih dari berbagai jenis merk sesuai dengan kondisi keuangan anda. Anda tidak perlu ragu karena semua komponen komputer yang dijual dipasar dari berbagai merk adalah mengikuti standar IBM sehingga dari merk apapun bisa anda gunakan. Komponen bekas pun bisa dimanfaatkan asal anda mengetahui kondisinya masih baik (bisa ditanyakan ke penjual barangnya dan anda bisa menyaksikan pengujiannya).
Software yang umum dipakai adalah :
1. Sistem Operasi (Windows, Linux)
2. Aplikasi perkantoran (Microsoft Office Word, Excell, Power point)
3. Pemrograman (Turbo Pascal, Turbo C++, Borland Delphi, Visual Basic, Visual FoxPro, MS Access, SQL)
4. Web Desain (PHP, MySQLserver, MS Front Page)
5. Desain (Corel Draw, PhotoShop)
6. Desain Animasi (Macromedia Flash MX, Swish Max)
7. Aplikasi Akuntansi (Dec Easy Accounting/DEA, MYOB Accounting)
8. Aplikasi Statistika (SPSS)

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
1. Obeng
2. Tang
3. Buku catatan
4. Buku petunjuk hardware

LANGKAH-LANGKAH MERAKIT
1. Ambil motherboard, apabila diperlukan aturlah posisi konektor “jumper”, sesuai dengan yang tertulis dalam buku petunjuk dari pabriknya.
2. Pasanglah processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama.
3. Kemudian pasanglah logam penghantar panas dan kipas pendingin di atasnya. Pada produk processor terakhir sudah dilengkapi dengan kipas pendingin. Pada jenis processor Pentium II, soket processor ada yang dibuat bersatu dengan papan circuit khusus, sehingga untuk memasang processor tersebut cukup dengan memasang papan circuit tersebut ke motherboard dan menguncinya dengan baik. Pemasangan processor pada soket ataupun tempat yang ada di motherboard tidak boleh terbalik karena dapat mengakibatkan motherboard atau processor rusak.
4. Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM/DDRAM, dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya.
5. Masukan motherboard ke dalam casing (kotak komputer), kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan anda tempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard. Sebaiknya hati-hati memasang motherboard pada casing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
6. Pasanglah kabel power (catu daya) yang ada pada power supply ke soket power pada motherboard.
7. Pasanglah harddisk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut.
8. Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di harddisk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hardisk, flopy drive atau CD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sulit.
9. Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hardisk, floppy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hardisk atau flopy drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hardisk ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hardisk dan CD ROM drive sama ukurannya.
10. Sambungkan kabel dari floppy drive ke slot untuk floppy drive, demikian pula sambungkan kabel dari hardisk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu pada tiap slot. Anda bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di petunjuk motherboard.
11. Pasanglah card VGA pada slotnya, Bila anda memiliki card VGA jenis PCI, anda harus pasangkan card tersebut pada slot PCI di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis AGP, anda harus pasangkan card tersebut pada slot AGP di motherboard. Kecuali kalau jenis motherboard yang dipakai menggunakan VGA Card jenis On Board.
12. Hubungkan bagian Front Panel motherboard pada konektor kabel penghubung tombol Reset, tombol Power, Harddisk Led, Power Led, dan Speaker.
13. Pasanglah kabel data dari monitor ke port yang terdapat di VGA Card, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14. Pasangkan konektor keyboard dan konektor mouse ke port yang sesuai pada motherboard.
15. Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke port power yang terdapat di bagian belakang power supply yang telah terpasang pada casing CPU. Bila konektornya tidak cocok, anda dapat memasang kabel listrik tersebut ke stabilizer. Pasangkan kabel listrik untuk CPU dari stabilizer ke port yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU.
16. Apabila diperlukan anda dapat menambahkan komponen Sound Card, Modem, TV Tuner, Printer, Scanner, Speaker Aktif dan komponen lain pada komputer anda.
Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, tetapi anda belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal) program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hardisknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali semua langkah yang telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi processor dan RAM serta kabel-kabel penghubung hardisk, flopy drive dan CD ROM drive. Setelah anda yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam petunjuk pabrik dari setiap peralatan tadi. Anda bisa melakukan pengaturan program BIOS.

PENGATURAN BIOS
Program BIOS adalah program kontroler standard yang terpasang dalam motherboard. Program ini disimpan dalam chip IC yang disebut ROM (read only memory) dan selalu bekerja mengontrol hardware yang terpasang pada motherboard meskipun komputer tidak dipakai (dimatikan). Hal ini dimungkinkan oleh adanya batere kecil yang terpasang pada motherboard.
Pada saat selesai merakit komputer, program ini harus diatur sesuai dengan jenis-jenis peralatan elektronik yang akan dihubungkan dengan motherboard. Dengan demikian, setiap saat program BIOS selalu mengontrol perangkat keras yang terpasang meskipun komputer anda matikan. Kontrol setiap saat ini memungkinkan komputer selalu siap pakai pada saat komputer anda pakai. Pada kondisi batere kecil lemah, biasanya pengaturan pada program BIOS ini hilang, sehingga anda sulit mempergunakan komputer. Anda harus kembali mengatur ulang program BIOS seperti yang anda lakukan pada waktu merakit komputer.
Untuk mengatur program BIOS, pertama harus menyalakan komputer. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini.
1. Masukan kabel listrik dari CPU ke jala-jala listrik rumah anda.
2. Aturlah saklar power yang terdapat pada CPU dan Monitor ke posisi ON.
3. Tunggulah beberapa saat sampai di layar monitor muncul sebuah tampilan, perhatikan dibagian bawah layar akan tertulis “Press Del for setting or Esc for cancel“, sebelum tampilan tersebut menghilang dari layar monitor, anda harus segera menekan tombol Del yang terdapat pada keyboard.

SEPUTAR BIOS

Setelah komputer dinyalakan akan tampil pengecekan dari VGA, Processor dan Memory, dilanjutkan dengan pesan menekan tombol tertentu untuk masuk ke BIOS.

Jenis BIOS Tombol masuk ke BIOS Deteksi Harddisk Prioritas Pembacaan Media CD-ROM Menyimpan Setting BIOS
AWARD type 1 DELETE Pada menu MAIN tampil type harddisk yang terdeteksi (deteksi otomatis) 1. Tekan tombol PANAH KANAN dan pilih option BOOT
2. Tekan tombol PANAH BAWAH dan pilih option ATAPI CD-ROM
3. Tekan tombol + sampai pada posisi No. 1 1. Tekan tombol F10
2. Tekan tombol Y
3. Kemudian ENTER
AWARD type 2 DELETE 1. Tekan tombol PANAH dan pilih option IDE HDD AUTO DETECTION
2. Tunggu sampai komputer menampilkan HARDDISK
3. Tekan tombol Y untuk mengaktifkan harddisk tersebut kemudian ENTER (lakukan 4 kali) 1. Tekan tombol PANAH dan pilih option BIOS FEATURES SETUP tekan ENTER
2. Tekan tombol PANAH dan pilih option BOOT SEQUENCE gantilah menjadi CD-ROM, C, A menggunakan tombol PAGE UP / PAGE DOWN
3. Tekan tombol ESC untuk kembali ke menu utama BIOS 1. Tekan tombol F10
2. Tekan tombol Y
3. Kemudian ENTER


PHOENIX DELETE / F2 1. Tekan tombol TAB kemudian pilih option IDE DETECT
2. Kemudian ENTER (akan tampil HARDDISK dan CD-ROM)
3. ENTER lagi untuk menutup menu tersebut 1. Tekan tombol PANAH kemudian pilih option ADVANCE tekan ENTER
2. Tekan tombol PANAH dan pilih option FIRST BOOT kemudian ENTER
3. Gantilah menggunakan PANAH ke atas / bawah menjadi CD-ROM kemudian ENTER
4. Tekan tombol ESC untuk kembali ke menu utama BIOS 1. Dari menu utama BIOS tekan tombol ESC
2. Pilih option SAVE SETTING & EXIT
3. Kemudian ENTER


AMI DELETE / F2 1. Pilih STANDAR CMOS SETUP lalu ENTER
2. Pilih posisi Harddisk (Primary Master, Primary Slave, Secondary Master, Secondary Slave) lalu ENTER
3. Tampil informasi mengenai Harddisk 1. Pilih ADVANCED SETUP lalu ENTER
2. Pilih 1st BOOT DEVICE
3. Ganti menjadi CD-ROM menggunakan tombol PAGE UP / PAGE DOWN
4. Tekan tombol ESC untuk ke menu Utama 1. Tekan tombol F10
2. Tekan tombol Y
3. Kemudian ENTER
Catatan :
Untuk masuk ke BIOS, selain tombol DELETE juga dipakai tombol F2 tergantung permintaan dari BIOS yang bersangkutan.


INSTALLASI OPERATING SYSTEM

Windows XP SP1 / SP2
1. Nyalakan computer
2. Masuk ke BIOS
3. Aturlah BIOS (Advance….. ) agar booting dari CD-ROM
4. Masukan CD Program Windows XP pada CD-ROM
5. Keluar dari BIOS dengan menyimpan settingan tersebut.
6. Tunggu komputer sampai menampilkan pesan :

Searching for Boot Record from CD-ROM… OK
Press any key to boot from CD..

7. Tekanlah sembarang tombol pada keyboard untuk memulai Instalasi
8. Tunggu beberapa saat (tergantung kecepatan komputer) sampai tampil pesan :

Windows XP Profesional Setup
Welcom to setup
This portion of the Setup program prepares Microsoft(R)
Windows(R) XP to run on your computer
•To set up Windows XP now, press ENTER
•To repair a Windows XP installation using Recovery Console, Press R
•To quit setup without installing Windows XP, press F3

9. Tekan ENTER untuk melanjutkan instalasi
10. Akan tampil pesan : Windows XP Licensing Agreement… Tekan F8, untuk menyetujui segala aturan mengenai penggunaan program Windows XP ini.
11. Selanjutnya akan tampil pesan mengenai manajemen harddisk (partisi)

Windows XP Professional Setup
The following list shows the existing partitions and unpartitioned space on this computer
………………………

Catatan :
- Kalau harddisknya baru dan belum pernah dipakai, sebaiknya harddisknya dibagi menjadi beberapa partisi dengan kelipatan 10000 MB untuk Pentium 3 atau 20000 MB untuk Pentium 4.
- Kalau harddisknya pernah dipakai dan memiliki beberapa partisi, hindari pembuatan partisi baru, cukup arahkan pada C: Partitions (Sistem) [FAT32] 10000 MB untuk tempat penampungan instalasi Windwows XP.

Menghapus partisi :
- Pilih partisi yang akan dihapus
- Tekan tombol D
- Tekan tombol ENTER
- Tekan tombol L

Membuat partisi
- Pilih harddisk yang belum ada partisinya (Unpartitioned Space…….)
- Tekan tombol C
- Tentukan jumlah kapasitas partisi harddisk yang diinginkan misalkan : 10000
- Tekan tombol ENTER

12. Tentukan partisi yang akan dijadikan tempat untuk instalasi Windows XP kemudian tekan tombol ENTER untuk melanjutkan
13. Kemudian tampil pesan mengenai partisi yang dipilih akan di Format menggunakan type FAT32 atau NTFS. FAT32 adalah type standar sebelum Windows 2000 sedangkan NTFS adalah type standar dari Windows 2000 ke atas.
Pilih Format the Partition using the NTFS file System (Quick) kemudian tekan ENTER untuk melanjutkan.
14. Akan muncul proses format yang dilanjutan dengan proses penyalinan file-file yang diperlukan untuk Instalasi Windows XP dari CD ke Harddisk. Tunggu beberapa saat sampai komputer restart.

15. Tunggulah beberapa saat, (Proses Instalasi Windows XP sedang berlangsung), sampai muncul pesan :

Regional and Language Options
You can customize Windows XP for different regions
and languages
……………………………………………..

16. Untuk melanjutkan Klik NEXT
17. Selanjutnya tampil pesan

Personalize Your Software
………………………………………
Name :
Organization :

Catatan :
Harus diisi dan boleh diisi sesuai keinginan anda

18. Untuk melanjutkan klik NEXT
19. Selanjutnya tampil pesan

Your Product Key
Your Product Key uniquely identifies your copy of
Windows XP
………………………………………

Catatan :
Masukan Serial Number nya.

20. Untuk melanjutkan klik NEXT
21. Selanjutnya tampil pesan

Computer Name and Administrator Password
You must provide a name and an Administrator
password for your computer
…………………………………………

Computer name
Administrative password
Confirm password

Catatan :
Computer name adalah nama untuk komputer (penting fungsinya buat jaringan)

22. Untuk melanjutkan klik NEXT
23. Kemudian tampil pesan

Date and Time Settings
Set the correct date and time for your Windows
computer
……………………………………

Catatan :
Aturlah tanggal, jam dan zona waktu sesuai yang anda inginkan dengan klik pada Drop Down Menu.
24. Untuk melanjutkan klik NEXT
25. Tunggu beberapa saat sampai tampil pesan

Networking settings
Installing network software allows you to connect to
other computers, networks and the Internet
……………………………………………………….
•Typical settings
•Custom settings

Catatan :
Biarkan dalam kondisi default (tidak ada perubahan)
(Untuk pengaturan komputer dan jaringan)

26. Untuk melanjutkan klik NEXT
27. Kemudian tampil pesan

Workgroup or Computer Domain
A workgroup is a collection of computers that have the
same workgroup name. A domain is a collecton of
computer defined by a network administrator
…………………………………….

Catatan :
Untuk menentukan nama workgroup (komputer dan jaringan)

28. Untuk melanjutkan klik NEXT
29. Tunggulah beberapa saat (proses installisasi berlangsung) sampai komputer restart
30. Setelah restart, muncul pesan

Welcome to Microsoft Windows
Thank you for purchasing ……………………………..

31. Untuk melanjutkan klik NEXT
32. Kemudian tampil pesan

How will this computer connect to the Internet
•Digiital subscriber line (DSL) or cable modem
•Local area network (LAN)
………………………………

Catatan :
Bagaimanakah komputer ini terhubung ke internet.

33. Untuk melanjutkan seting internet klik NEXT, atau klik SKIP untuk melewatinya
34. Kemudia muncul pesan

Ready to register with Microsoft ?
……………………………………

Catatan :
Pilih No, not at this time

35. Untuk melanjutkan klik NEXT
36. Kemudian tampil pesan

Who will use this computer ?
Your name
2nd use
………………………
……………………..

Catatan :
Isilah pada Your name nama yang akan menggunakan komputer ini
(Minimal salah satu kolom harus diisi)

37. Untuk melanjutkan klik NEXT
38. Kemudian muncul pesan

Thank You
…………………………..

39. Untuk mengakhir instalasi klik FINISH
40. Selesai


INSTALLASI DRIVER KOMPONEN

Install Driver Komponen INTERNAL

Membuka DEVICE MANAGER
1. Klik Start – (pilih) klik Control Panel – (pilih) klik System
2. Pada System Properties (pilih) klik Hardware – klik Device Manager
Install Driver
Pada Device Manager perhatikan komponen yang akan diinstall (biasanya ada tanda seru (!) atau tanda tanya (?)
1. Klik kanan pada komponen tersebut
2. (pilih) klik Update Driver… (tampil pesan)
3. Masukan CD driver pada CD-ROM
4. Tunggu beberapa saat sampai proses instalisasi otomatis selesai
5. Klik Finish


Catatan :
Teknik install driver tersebut di atas bisa dilakukan untuk komponen internal, seperti :
a. VGA Card
b. Sound Card
c. LAN Card
d. Modem Internal
e. TV Tuner Internal

Install Driver Komponen EKSTERNAL

Sebagai contoh komponen eksternal adalah Printer USB. Lakukan langkah-langkah berikut ini pada komputer yang sudah aktif (menyala).

1. Siapkan printer (hubungkan kabel listrik dan kabel data pada printer)
2. Hubungkan Printer dengan Listrik
3. Hubungkan Printer dengan komputer (sesuai contoh dihubungkan melalui port USB)
4. Nyalakan Printer dengan menekan tombol power pada Printer
5. Tunggu beberapa saat (komputer akan menampilkan pesan ada komponen baru terdeteksi)
6. Kemudian tampil pesan
7. Masukan CD driver pada CD-ROM
8. Tunggu beberapa saat sampai proses instalisasi otomatis selesai
9. Klik Finish
10. Pesan yang menandakan komponen sudah terinstall dan siap untuk digunakan

Catatan :
Teknik install driver tersebut di atas bisa dilakukan untuk komponen eksternal lainnya, seperti :
a. Scanner
b. Modem Eksternal
c. TV Tuner Eksternal

INSTALLASI SOFTWARE APLIKASI

Installasi Program Microsoft OFFICE 2003

1. Masukan CD Program Microsoft OFFICE 2003 pada CD-ROM, tunggu beberapa saat
2. Kemudian tampil pesan :

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

Product Key
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
Masukan 25 digit serial number yang diperlukan.

3. Untuk melanjutkan klik NEXT
4. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

User Information
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
Isilah User Name, Initials, Organization sesuai keinginan anda/

5. Untuk melanjutkan klik NEXT
6. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

End-User License Agreement
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
Klik option I accept the terms in the License Agreement

7. Untuk melanjutkan klik NEXT
8. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

Type of Installation
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
klik option Typical Install

9. Untuk melanjutkan klik NEXT
10. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

Summary
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
• Informasi mengenai jenis program yang diinstall
• Informasi mengenai kapasitas harddisk yang tersisa
• Informasi mengenai kapasitas harddisk yang dibutuhkan

11. Untuk melanjutkan klik INSTALL, tunggu beberapa saat (proses instalasi sedang berlangsung)
12. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office 2003 Setup
Microsoft Office Profesional Edition 2003

Setup Completed
……………………………………………….
………………………………………………

Catatan :
• Klik option Delete Installation Files

13. Untuk melanjutkan klik FINISH
14. Kemudian tampil pesan konfirmasi, klik YES
15. Selesai

Installasi Program Microsoft Office FrontPage 2003

1. Masukan CD Program Microsoft Front Page 2003 pada CD-ROM, tunggu beberapa saat
2. Kemudian tampil pesan :

Microsoft Office FrontPage 2003 Setup
Microsoft Office FrontPage 2003

User Information
………………………………………………….
……………………………………………………

Catatan :
Isilah User Name, Initials, Organization sesuai keinginan anda.

3. Untuk melanjutkan klik NEXT
4. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office FrontPage 2003 Setup
Microsoft Office FrontPage 2003

Type of Installation
………………………………………………….
……………………………………………………

Catatan :
klik option Typical Install

5. Untuk melanjutkan klik NEXT
6. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office FrontPage 2003 Setup
Microsoft Office FrontPage 2003

Summary
………………………………………………….
……………………………………………………

Catatan :
• Informasi mengenai jenis program yang diinstall
• Informasi mengenai kapasitas harddisk yang tersisa
• Informasi mengenai kapasitas harddisk yang dibutuhkan

7. Untuk melanjutkan klik INSTALL, tunggu beberapa saat (proses instalasi sedang berlangsung)
8. Kemudian tampil pesan

Microsoft Office FrontPage 2003 Setup
Microsoft Office FrontPage 2003

Setup Completed
………………………………………………….
……………………………………………………

9. Untuk mengakhiri klik FINISH
10. Selesai

Installasi CorelDraw 12.0

1. Masukan CD Program CorelDraw 12.0 pada CD-ROM
2. Akan muncul tampilan sebagai berikut :
3. Klik Install CorelDraw(R) Graphics Suite 12
4. Tunggu beberapa saat sampai tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
License Agreement
Please read the following licenses agreement carefully
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
klik option I agree the term in the license agreement

5. Untuk melanjutkan klik NEXT
6. Kemudian tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
Customer Information
Please enter your information
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
Isilah User Name dan Organization sesuai yang anda inginkan, kemudian isilah Serial Numbernya.

7. Untuk melanjutkan klik NEXT
8. Kemudian tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
Language Selections
Select the program languages you want installed
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
klik option English

9. Untuk melanjutkan klik NEXT
10. Kemudian tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
Custom Setup
Select the program features you want installed
………………………………………..
……………………………………….

11. Untuk melanjutkan klik NEXT
12. Kemudian tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
Destination Folder
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
•Informasi mengenai lokasi penempatan program pada harddisk
•Informasi mengenai jumlah kapasitas harddisk yang tersisa
•Informasi mengenai jumlah kapasitas harddisk yang terpakai program

13. Untuk melanjutkan klik INSTALL
14. Tunggu beberapa saat (program sedang diinstalasi), sampai tampil pesan

Product Registrations
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
Pada option Please choice one of the following registration option. Pilih Register Later

15. Untuk melanjutkan klik OK
16. Kemudian tampil pesan

CorelDraw(R) Graphics Suite 12
Installation Wizard Completed
………………………………………..
……………………………………….

17. Untuk mengakhiri klik FINISH
18. Selesai

Installasi Borland Delphi 7.0

1. Masukan CD Program Borland Delphi 7.0 pada CD-ROM
2. Akan muncul tampilan sebagai berikut :
3. Klik option Delphi 7, tunggu beberapa saat sampai tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
………………………………………………..
………………………………………………..

4. Untuk melanjutkan klik NEXT
5. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Serial Number
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Masukan serial number nya.

6. Untuk melanjutkan klik NEXT
7. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
License Agreement
Please read the following licenses agreement carefully
………………………………………..
……………………………………….

Catatan :
klik option I accept the term in the license agreement

8. Untuk melanjutkan klik NEXT
9. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Inmportant Installation Information
………………………………………..
……………………………………….

10. Untuk melanjutkan klik NEXT
11. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Setup Type
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
klik option Typical

12. Untuk melanjutkan klik NEXT
13. Kemudian tampil pesan konfirmasi Just in Time Debugging, klik YES

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Choose Visibroker
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Untuk menghemat harddisk, tanda checklist pada option Use Visibroker/COBRA Support sebaiknya dihilangkan.

14. Untuk melanjutkan klik NEXT
15. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Microsoft Office Control
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Pilih option Office XP.

16. Untuk melanjutkan klik NEXT
17. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Install Additional Components
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Untuk menghemat harddisk, tanda checklist pada option Install Interbase Client, sebaiknya dihilangkan.

18. Untuk melanjutkan klik NEXT

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Destination Folder
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Biarkan dalam settingan default (tidak ada yang diubah).

19. Untuk melanjutkan klik NEXT
20. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Save Installations Database
………………………………………………..
………………………………………………..

Catatan :
Untuk menghemat harddisk, tanda checklist pada option Save Installation Database to Harddrive, sebaiknya dihilangkan.

21. Untuk melanjutkan klik NEXT
22. Kemudian tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Ready to Install the Program
………………………………………………..
………………………………………………..

23. Untuk melanjutkan klik INSTALL
24. Tunggu beberapa saat (program sedang diinstalasi), sampai tampil pesan

Borland Dephi 7 Enterprises Edition – Installation Wizard
Installation Wizard Completed
………………………………………………..
………………………………………………..

25. Untuk mengakhiri klik FINISH
26. Selesai

Installasi Microsoft Visual Basic 6.0

1. Masukan CD Program Microsoft Visual Basic 6.0 pada CD-ROM
2. Akan muncul tampilan sebagai berikut :
3. Untuk memulai klik NEXT
4. Kemudian tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
End-User License Agreement
………………………………………………………
………………………………………………………

Catatan :
klik option I accept the agreement

5. Untuk melanjutkan klik NEXT
6. Kemudian tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
Product Number and User ID
………………………………………………………
………………………………………………………

Catatan :
•Masukan serial number nya
•Isi Your Name dan Your Company’s Name sesuai dengan keinginan anda.

7. Untuk melanjutkan klik NEXT
8. Kemudian tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
Microsoft Virtual Machine fo Java
………………………………………………………
………………………………………………………

9. Untuk melanjutkan klik NEXT
10. Tunggu beberapa saat (komputer akan Restart). Sampai tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
………………………………………………………
………………………………………………………

Catatan :
Pilih option Products

11. Untuk melanjutkan klik NEXT
12. Kemudian tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
Choose Common Install Folder
………………………………………………………
………………………………………………………

Catatan :
Biarkan dalam kondisi default (tidak ada perubahan)

13. Untuk melanjutkan klik NEXT
14. Kemudian akan tampil pesan

Installation Wizard for Visual Studio 6.0 Enterprise Edition
Visual Studio Individual Tools Setup
………………………………………………………
………………………………………………………

Catatan :
Pilih option Visual Basic 6.0 Enterprise Edition saja.

15. Untuk melanjutkan klik NEXT
16. Tunggu beberapa saat, sampai tampil pesan

Visual Studio 6.0 Enterprise Setup
Welcome to the Visual Studio 6.0 Enterprise installation
program
………………………………………………………
………………………………………………………

17. Untuk melanjutkan klik CONTINUE
18. Kemudian tampil pesan konfirmasi, klik OK
19. Kemudian tampil pesan

Visual Studio 6.0 Enterprise – Custom
In the option list, select ………………………………..
……………………………………………………………
……………………………………………………………

Catatan :
Biarkan dalam kondisi default (tidak ada perubahan)

20. Untuk melanjutkan clik CONTINUE
21. Kemudian tampil pesan konfirmasi The New VSS DB Format …… klik YES
22. Tunggu beberapa saat (Installasi program sedang berlangsung)
23. Untuk mengakhiri klik FINISH
24. Selesai

Instalasi Software Macromedia Flash MX 2004

1. Masukan CD Program Macromedia Flash MX 2004 pada CD-ROM
2. Tampilkan isi dari CD (Explorer)
3. Carilah dan buka folder Macromedia Flash MX 2004
4. Double klik file Install_Flash_MX_2004.exe
5. Kemudian akan tampil pesan-pesan proses instalasi, tunggu beberapa saat sampai tampil pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation

Welcome to the Installshield Wizard for
Macromedia Flash MX 2004
………………………………………

6. Untuk melanjutkan klik NEXT
7. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation
License Agreement
Please read the following license agreement
carefully
…………………………….

8. Untuk melanjutkan klik YES
9. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation
Choose Destination Location
Select folder where Setup will install files
…………………………….

Catatan :
Informasi mengenai penempatan program Macromedia Flash MX 2004 pada harddisk

10. Untuk melanjutkan klik NEXT
11. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation
Install Macromedia Flash Player
…………………………….

Catatan :
Instalasi program pendukung untuk dijalankan pada aplikasi Internet Explorer, sebaiknya program ini diikutsertakan dalam instalasi (tanda checklist aktif).

12. Untuk melanjutkan klik NEXT
13. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation
Start Copying Files
Review setting before copying files
…………………………….

14. Untuk melanjutkan klik NEXT
15. Proses instalasi berlangsung, tunggu beberapa saat sampai muncul pesan :

Macromedia Flash MX 2004 Instalation
Installshield Wizard Complete
…………………………….

Catatan :
Hapuslah tanda Checklist pada Yes, view Readme file now

16. Klik FINISH
17. Jalankan programnya
18. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Product Activation
…………………………….

19. Untuk melanjutkan klik CONTINUE
20. Kemudian muncul pesan :

Macromedia Product Activation
Enter your serial number
…………………………….

Catatan :
Masukan serial number nya.

21. Untuk melanjutkan klik CONTINUE
22. Kemudian muncul pesan :

Activation is Complete
You have successfully activated your software
…………………………….

23. Untuk melanjutkan klik REMIND ME LATER
24. Instalasi selesai


Instalasi Software M.Y.O.B. Accounting.v10.5

1. Masukan CD Program M.Y.O.B. Accounting.v10.5 pada CD-ROM
2. Tampilkan isi dari CD (Explorer)
3. Carilah dan buka folder M.Y.O.B. Accounting.v10.5
4. Double klik file Setup.exe
5. Kemudian akan tampil pesan-pesan proses instalasi, tunggu beberapa saat sampai tampil pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Welcome to MYOB Accounting v10.5 Setup
………………………………………
………………………………………

6. Untuk melanjutkan klik NEXT
7. Kemudian muncul pesan :

REBOOT WARNING
The MYOB Accounting v10.5 Installation
program will
………………………………………………….
………………………………………………….

Catatan :
Peringatan akan me-restart komputer setelah program selesai diinstalisasi.

8. Untuk melanjutkan klik YES
9. Kemudian muncul pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Setup Type
………………………………………
………………………………………

Catatan :
• Pada option type of setup pilih Typical
• Informasi mengenai penempatan program MYOB Accounting v 10.5 (Destination Folder) pada harddisk

10. Untuk melanjutkan klik NEXT
11. Kemudian muncul pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Select Program Folder
………………………………………
………………………………………

Catatan :
Biarkan dalam kondisi default (tidak ada perubahan).

12. Untuk melanjutkan klik NEXT
13. Kemudian muncul pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Create Shortcut Icon
………………………………………
………………………………………

Catatan :
Pembuatan Icon pada Desktop

14. Untuk melanjutkan klik NEXT
15. Kemudian tampil pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Select OfficeLink Components
………………………………………
………………………………………

16. Untuk melanjutkan klik NEXT
17. Kemudian tampil pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Start Copying Files
………………………………………
………………………………………

18. Untuk melanjutkan klik NEXT
19. Kemudian tampil pesan Read Only Files dan Locked Files, klik OK
20. Proses instalasi berlangsung, apabila tampil pesan Read Only Files Detected klik YES. Tunggu beberapa saat sampai muncul pesan :

MYOB Accounting v10.5 Setup

Automatic Restart
………………………………………
………………………………………

Catatan :
Komputer akan restart

21. Klik FINISH
22. Instalasi selesai

Instalasi Software Turbo Pascal 7.0

1. Masukan CD Program Turbo Pascal 7.0 pada CD-ROM
2. Tampilkan isi dari CD (Explorer)
3. Carilah dan buka folder Turbo Pascal 7.0
4. Double klik file Install.exe
5. Kemudian akan tampil pesan :

Turbo Pascal 7.0 Installation Utility

Copyright (c) 1988, 1992 by Borland International, Inc.
………………………………………
………………………………………
6. Untuk melanjutkan tekan tombol ENTER
7. Kemudian tampil pesan :

Turbo Pascal 7.0 Installation Utility

Enter the SOURCE drive to use :
………………………………………
………………………………………

8. Untuk melanjutkan tekan tombol ENTER
9. Kemudian tampil pesan :

Turbo Pascal 7.0 Installation Utility

Enter the SOURCE path
………………………………………
………………………………………

10. Untuk melanjutkan tekan tombol ENTER
11. Kemudian muncul pesan :

Turbo Pascal 7.0 Installation Utility

Install Turbo Pascal on Hard Drive
Install Turbo Pascal on Floppy Drive
………………………………………

Catatan :
Pilih pada option Install Turbo Pascal on Hard Drive

12. Untuk melanjutkan tekan tombol ENTER
13. Kemudian tampil pesan :

Turbo Pascal 7.0 Installation Utility

Turbo Pascal Base Directory ………..
………………………………………….

Catatan :
Informasi mengenai penempatan program pada harddisk, tekan tombol ENTER apabila ingin menempatkan program pada lokasi harddisk yang diinginkan.
Contoh :
- Tekan ENTER
- Ganti menjadi C:\Pascal
Menempatkan program pada drive C: dan pada folder Pascal.

14. Untuk memulai Installasi tekan tombol F9
15. Proses instalasi berlangsung, apabila tampil pesan tekan tombol ENTER
16. Tekan tombol ESC untuk mengakhiri instalasi
17. Instalasi selesai

Pembuatan ShortCut Turbo Pascal 7.0
18. Tampilkan isi Harddisk (Exporer)
19. Cari dan buka folder tempat program Turbo Pascal diinstal (Contohnya : C:\TP)
20. Cari dan buka folder BIN
21. Cari file TURBO.EXE atau TPX.EXE
22. Klik kanan pada file tersebut, pilih Send To pilih Desktop (create shortcut)
23. Untuk menjalankan program, Double klik pada icon yang sudah dibuat pada desktop anda.

Instalasi Software WinAmp

1. Masukan CD Program WinAmp pada CD-ROM
2. Tampilkan isi dari CD (Explorer)
3. Carilah dan buka folder WinAmp
4. Double klik file WAMP….exe
5. Kemudian muncul pesan :

WinAmp Setup : License Agreement
……………………………….

6. Untuk melanjutkan klik NEXT
7. Kemudian muncul pesan :

WinAmp Setup : Installations Options
……………………………….

8. Untuk melanjutkan klik NEXT
9. Kemudian muncul pesan :

WinAmp Setup : Installations Directory
……………………………….

Catatan :
• Informasi mengenai penempatan program WinAmp pada harddisk
• Informasi sisa ruang harddisk
• Informasi jumlah kapasitas harddisk yang dibutuhkan

10. Untuk melanjutkan klik NEXT
11. Proses Instalasi dimulai, tunggu beberapa saat sampai muncul pesan :

WinAmp Setup : Settings
……………………………….

12. Untuk melanjutkan klik NEXT
13. Kemudian muncul pesan :

WinAmp Setup : User Information
……………………………….

Catatan :
Registrasi melalui internet

14. Berikan tanda checklist pada Stop bugging me, kemudian klik LATER
15. Kemudian muncul pesan :

WinAmp Setup : WinAmp Successfully Installed
……………………………….

16. Untuk mengecek Program klik RUN WINAMP
17. Instalasi Selesai.

Instalasi Software Swish Max

1. Masukan CD Program Swish Max pada CD-ROM
2. Tampilkan isi dari CD (Explorer)
3. Carilah dan buka folder Swish Max
4. Double klik file SetupSwishmax.exe
5. Kemudian muncul pesan :

Welcome to the SWISHmax Installation Wizard
…………………………….

6. Untuk melanjutkan klik NEXT
7. Kemudian muncul pesan :

SWISHmax Installation Wizard : License Agreement
…………………………….

8. Untuk melanjutkan klik YES
9. Kemudian muncul pesan :

SWISHmax Installation Wizard : Choose Destination Directory
……………………………….

Catatan :
• Informasi mengenai penempatan program SWISHmax pada harddisk
• Informasi sisa ruang harddisk
• Informasi jumlah kapasitas harddisk yang dibutuhkan
10. Untuk melanjutkan klik NEXT
11. Proses Instalasi dimulai, tunggu beberapa saat sampai muncul pesan :

SWISHmax Installation Wizard : Finished
……………………………….

12. Hapuslah tanda checklist, kemudian klik CLOSE
13. Instalasi selesai.

Catatan :
Program SwishMax adalah program yang tidak memiliki Serial Number, supaya programnya dapat berjalan dengan baik, ikutilah langkah-langkah berikut ini :
- Buka kembali folder SwishMax pada CD-ROM
- Cari dan buka folder Crack For Swishmax
- Copy-kan file SwishMax.exe ke alamat program SwishMax tadi diinstalasi.
Kalau tidak diubah (pada kondisi default) maka alamatnya adalah :
C:\Program Files\SWISHmax\
- Ada pesan konfirmasi, klik YES




JARINGAN KOMPUTER
Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras dengan tujuan membawa informasi secara cepat dan tepat dari sisi pengirim (Transmitter) menuju ke sisi penerima (Receiver)

Media Komunikasi Jaringan
• Kabel digital (Kabel UTP, Kabel Koaxial, Fiber Optic),
• Kabel analog (Kabel Telepon, Kabel Listrik),
• Gelombang/tanpa kabel (Wireless) (Infra Red, BlueTooth, Satelit)

Area Jaringan Komputer
LAN (Local Area Network)
Jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu local area (biasanya dalam satu gedung atau antar gedung). Biasanya digunakan di dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik, rumah sakit dan daerah yang sejenis.

MAN (Metropolitan Area Network)
Pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota.

WAN (Wide Area Network)
Sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.

Topologi Jaringan Komputer
Topologi BUS
Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung atau kedua ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Masing-masing titik koneksi dihubungkan ke dua titik koneksi lainnya, kecuali komputer di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu titik koneksi lainnya.

Topologi RING
Topologi ini mirip dengan topologi Bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan, sehingga menyerupai seperti lingkaran.

Topologi STAR
Sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi, maksudnya semua komputer mengelilingi Hub pusat yang mengontrol komunikasi jaringan.

Hardware Jaringan Komputer
Komputer
LAN Card : komponen untuk komunikasi antar komputer
RJ-45 Connector : penghubung antara kabel dan LAN Card
Hub / Switch : terminal sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data
Kabel UTP (Category 5) : media komunikasi
Crimping Tools : pemotong kabel dan penjepit kabel pada konektor RJ-45
Kabel Tester : untuk menguji kondisi kabel


PENGKABELAN
Kabel UTP (Category 5) memiliki 8 (delapan) buah layer yang memiliki warna berbeda satu sama lain. 4 (empat) buah berwarna solid (penuh) dan 4 (empat) buah berwarna strip (belang). Warna tersebut adalah :

1. Orange
2. Putih Orange
3. Biru
4. Putih Biru
5. Hijau
6. Putih Hijau
7. Coklat
8. Putih Coklat

Pada konektor RJ-45 terdapat lubang untuk memasukan kabel yang berjumlah 8 (delapan) buah.

Struktur lubang RJ-45 adalah sebagai berikut :
Fungsi Lubang Keterangan
Pengiriman 1 1 – 2 Jalur Pengiriman
Pengiriman 2
Penerimaan 3 3 – 6 Jalur Penerimaan
Ground 4
Ground 5 4,5,7,8 Jalur Ground
Penerimaan 6
Ground 7
Ground 8

Cara memasukan kabel pada RJ-45 konektor adalah dengan menempatkan kabel yang sudah disusun pada lubang konektor, sedangkan konektor RJ-45 diposisikan agar pengaitnya ada di sebelah bawah.

Tipe Pengkabelan
•Dengan Hub / Switch
STRAIGHT
Tipe Straight
Setiap lubang pada konektor RJ-45 diisi oleh kabel yang berpasangan.

Misalnya :

Konektor RJ-45 ( 1 ) Konektor RJ-45 ( 2 )
Warna Lubang Lubang Warna
Orange 1 1 Orange
Putih Orange 2 2 Putih Orange
Biru 3 3 Biru
Putih Biru 4 4 Putih Biru
Hijau 5 5 Hijau
Putih Hijau 6 6 Putih Hijau
Coklat 7 7 Coklat
Putih Coklat 8 8 Putih Coklat


TWISTED PAIR
Tipe Twisted Pair (Lilitan berpasangan)
Posisi lubang pengiriman dan penerimaan diisi oleh kabel yang lilitannya berpasangan. Pengiriman (lubang 1 dan lubang 2) dan Penerimaan (lubang 3 dan lubang 6).

Misalnya :

Konektor RJ-45 ( 1 ) Konektor RJ-45 ( 2 )
Warna Lubang Lubang Warna
Orange 1 1 Orange
Putih Orange 2 2 Putih Orange
Biru 3 3 Biru
Hijau 4 4 Hijau
Putih Hijau 5 5 Putih Hijau
Putih Biru 6 6 Putih Biru
Coklat 7 7 Coklat
Putih Coklat 8 8 Putih Coklat



•Tanpa Hub / Switch (direct cable connection)

CROSS OVER
Tipe Cross Over (Lilitan berpasangan silang)
Tipe kabel yang digunakan untuk 2 (dua) komputer tanpa menggunakan Hub / Switch. Posisi lubang pengiriman dan penerimaan diisi oleh kabel yang lilitannya berpasangan (twisted pair). Tapi pada ujung konektor ke 2 posisinya ditukar, dengan maksud agar posisi pengiriman pada konektor ke 1 tertuju langsung pada posisi penerimaan pada konektor ke 2 dan posisi penerimaan pada konektor ke 1 tertuju langsung pada posisi pengiriman pada konektor ke 2.

Misalnya :

Konektor RJ-45 ( 1 ) Konektor RJ-45 ( 2 )
Warna Lubang Lubang Warna
Orange 1 1 Biru
Putih Orange 2 2 Putih Biru
Biru 3 3 Orange
Hijau 4 4 Hijau
Putih Hijau 5 5 Putih Hijau
Putih Biru 6 6 Putih Orange
Coklat 7 7 Coklat
Putih Coklat 8 8 Putih Coklat

FULL CROSS OVER
Tipe Full Cross Over (Lilitan berpasangan silang penuh)
Tipe kabel yang digunakan untuk 2 (dua) komputer tanpa menggunakan Hub / Switch. Posisi lubang pengiriman dan penerimaan diisi oleh kabel yang lilitannya berpasangan (twisted pair). Tapi pada ujung konektor ke 2 posisinya ditukar, dengan maksud agar posisi pengiriman pada konektor ke 1 tertuju langsung pada posisi penerimaan pada konektor ke 2 dan posisi penerimaan pada konektor ke 1 tertuju langsung pada posisi pengiriman pada konektor ke 2. Begitu juga dengan posisi ground juga disilangkan.

Misalnya :

Konektor RJ-45 ( 1 ) Konektor RJ-45 ( 2 )
Warna Lubang Lubang Warna
Orange 1 1 Biru
Putih Orange 2 2 Putih Biru
Biru 3 3 Orange
Hijau 4 4 Coklat
Putih Hijau 5 5 Putih Coklat
Putih Biru 6 6 Putih Orange
Coklat 7 7 Hijau
Putih Coklat 8 8 Putih Hijau
Pemasangan dan Install Driver LAN CARD
1. LAN Card sudah terpasang pada Sistem Komputer
Pada saat komputer di Install WINDOWS XP, komponen LAN Card sudah terpasang, baik yang Add On ataupun yang On Board.
Membuka DEVICE MANAGER
a. Klik Start – (pilih) klik Control Panel – (pilih) klik System
b. Pada System Properties (pilih) klik Hardware – klik Device Manager

Tampak Network adapter yang siap pakai

Install Driver
Pada Device Manager perhatikan komponen Network Adapter klik yang akan diinstall (biasanya terdapat tanda seru (!) atau tanda tanya (?)
1. Klik kanan pada komponen tersebut
2. (pilih) klik Update Driver… (tampil pesan permintaan drivernya)
3. Masukan CD driver pada CD-ROM
4. Tunggu beberapa saat sampai proses instalisasi otomatis selesai
5. Klik Finish

2. LAN Card yang dipasang kemudian
Pada saat komputer di Install WINDOWS XP, komponen LAN Card belum terpasang, biasanya LAN Card Add On.
Langkah-langkah pasang LAN Card
• Komputer dalam kondisi mati, buka Casing komputer
• Cari slot yang kosong dan sesuai dengan tipe slot LAN Card, biasanya slot PCI
• Buka penutup belakang slot PCI pada casing (kalau masih tertutup)
• Pasangkan LAN Card dengan baik pada slot tersebut, dan kencangkan dengan baut yang sesuai.
• Tutup kembali Casingnya.

Install Driver
Setelah LAN Card terpasang, nyalakan komputer (kalau tidak ada masalah), akan muncul pesan yang menampilkan adanya komponen baru. Kalau komponen LAN Card tersebut dapat dikenali sistem Windows, maka drivernya akan secara otomatis terinstall dan LAN Card siap dipakai. Tapi kalau sistem tidak mengenali maka akan diminta untuk memasukan driver bawaan. Driver bawaan ini biasanya satu paket dalam penjualannya. Segera masukan CD atau disket yang berisi driver LAN Card pada saat sistem komputer memintanya. Ikuti petunjuk lebih lanjut sampai dengan Finish, maka LAN Card siap digunakan.

Setting alamat TCP / IP (IP Address)
Nama komputer, workgroup, alamat IP dan subnet mask digunakan agar komputer memiliki identitas yang jelas. Nama komputer dapat berupa nama yang mewakili pemilik atau pengguna komputer tersebut (setiap nama komputer harus berbeda), workgroup adalah nama kelompok untuk tiap komputer (dianjurkan mengunakan nama workgroup yang sama), TCP/IP merupakan rangkaian 4 (empat) kelompok angka yang terdiri dari angka 1 sampai dengan 255 dan dipisahkan oleh 3 (tiga) titik (setiap komputer memiliki Alamat IP yang berbeda sesuai dengan kelasnya), sedangkan subnet mask adalah rangkaian angka yang terdiri dari 255 dan 0 sebagai kelompok dari Alamat IP (tiap komputer harus memiliki subnet mask yang sama dan sesuai dengan kelasnya).

Sekilas Tentang Alamat IP

Alamat IP dibagi atas “Private IP” dan “Public IP”, dimana “Private IP” adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan LAN [Local Area Network] dan tidak dikenal oleh Internet sedangkan “Public IP” adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan Internet (jaringan di luar LAN). Adapun range dari “Private IP” pada setiap kelas adalah seperti tabel di bawah ini :

Kelas Dari Sampai Subnet Mask Jumlah Alamat
A 10.0.0.0 10.255.255.255 255.0.0.0 16.581.375
B 172.16.0.0 172.32.255.255 255.255.0.0 1.040.400
C 192.168.0.0 192.168.255.255 255.255.255.0 65.025


Contoh Pemakaian (Nama Komputer, Workgroup, Alamat IP, Subnet Mask) :
Ada 4 buah komputer dalam jaringan (Ketua, Sekretaris, Bendahara, Kordinator Bidang).
Alamat IP Kelas A :
Nama Komputer Workgroup Alamat IP Subnet Mask
Ketua BEM 10.0.0.1 255.0.0.0
Sekretaris BEM 10.0.0.3 255.0.0.0
Bendahara BEM 10.0.0.4 255.0.0.0
Korbid BEM 10.0.0.5 255.0.0.0
Alamat IP Kelas B :
Nama Komputer Workgroup Alamat IP Subnet Mask
Ketua BEM 172.16.0.1 255.255.0.0
Sekretaris BEM 172.16.0.3 255.255.0.0
Bendahara BEM 172.16.0.4 255.255.0.0
Korbid BEM 172.16.0.5 255.255.0.0
Alamat IP Kelas C :
Nama Komputer Workgroup Alamat IP Subnet Mask
Ketua BEM 192.168.0.1 255.255.255.0
Sekretaris BEM 192.168.0.3 255.255.255.0
Bendahara BEM 192.168.0.4 255.255.255.0
Korbid BEM 192.168.0.5 255.255.255.0

Instalasi TCP/IP Windows XP
•Klik Start
•Klik Control Panel
•Klik 2x pada Network Connections
•Klik kanan pada Local Area Conection, pilih properties
•.Klik Internet Protocol (TCP/IP).
•Klik Tombol Properties, sehingga mucul dialog TCP/IP Properties.
•Klik Use the folowing IP Address
•Isikan untuk IP Address (Mis. 192.168.0.1), Subnet Mask (255.255.255.0). Dan untuk komputer berikutnya anda bisa isikan 192.168.0.2 dan seterusnya dengan ketentuan tidak boleh ada alamat IP yang sama, sedangkan Subnet Mask diisi dengan nilai yang sama yaitu 255.255.255.0.
•Default Gateway dan DNS Server Kosongkan.
•Klik OK
•Klik Close

Merubah Nama Komputer dan Workgroup.
•Klik Start menu
•Klik My Computer
•Klik Kanan Pilih Properties
•Kik Computer Name
•Klik tombol Change
•Isikan computer name (mis. Pusat).
•. pilih Workgroup lalu isikan nama workgroup. (Misal : Jaringan)
•Klik Tombol OK
•Setelah itu akan tampil dialog konfirmasi, lalu tekan OK

Pengujian Jaringan
•Klik Start – Run
•Ketikan ping 192.168.0.1 atau alamat ip komputer lain yang terhubung ke jaringan.
•Tekan Enter

Pesan berhasil
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128
Alamat IP tersebut ada (Jaringan terhubung dengan baik)

Pesan tidak berhasil
( 1 )
Destination host unreachable
Destination host unreachable
Destination host unreachable
Destination host unreachable
( 2 )
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out

Alamat IP tersebut tidak ditemukan, karena :
- Perbedaan kelas alamat IP
- Perbedaan sub net mask
- Driver LAN Card belum terinstall
- Komputer yang dihubungi dalam keadaan mati
- Kabel tidak terpasang dengan baik (putus / lepas)

Kesimpulan :
Syarat-syarat berhasilnya membangun jaringan komputer :
- LAN Card yang digunakan dalam kondisi baik (siap pakai)
- Pemasangan LAN Card baik dan mantap
- Penggunaan driver LAN Card yang sesuai
- Menggunakan kabel yang layak pakai
- Menggunakan tipe kabel yang sesuai
- Pengaturan alamat IP sesuai dengan kelasnya
Penyebab kegagalan koneksi jaringan komputer :
- Perbedaan kelas alamat IP
- Perbedaan sub net mask
- Driver LAN Card belum terinstall
- Komputer yang dihubungi dalam keadaan mati
- Kabel tidak terpasang dengan baik (putus / lepas)


Pengujian Jaringan Melalui Pesan

Selain melaui perintah PING, pengujian jaringan juga bisa menggunakan pesan melalui perintah NET SEND.

Langkah-langkahnya :
•Klik Start – Run
•Ketik NET SEND nama komputer / * pesan
•Enter

Misalnya :
Mengirim pesan “Apa Kabar” pada komputer “PUSAT”
NET SEND Pusat Apa Kabar
Mengirim pesan “Apa Kabar” pada semua komputer dalam workgroup yang sama
NET SEND * Apa Kabar

File Sharing

Yang dimaksud dengan file sharing adalah berbagi pakai media yang mengandung file-file untuk dipakai bersama-sama dalam jaringan. Terdapat simbol tangan yang menandakan media dan folder tertentu dapat diakses melalui jaringan.

1. Folder Sharing
Membuat folder baru
•Klik kanan Start
•Klik exporer
•Klik alamat harddisk (misalnya : drive D:)
•Klik File – New – Folder
•Ketik nama folder (misalnya : Data Bersama)
Folder Sharing
•Klik kanan folder yang akan di-sharing-kan
•Klik Sharing and security…
Catatan :
Kalau ada pesan If you understand the risk but still want to share the root of the drive, klik here,
klik pada pesan tersebut.
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping tulisan Share this folder on the network dengan meng-klik-nya
•Ketikan nama pada Share name (nama yang mewakili folder tersebut pada jaringan), atau biarkan sesuai dengan nama folder nya
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping Allow network users to change my files, agar komputer yang lain pada jaringan dapat membaca sekaligus menulis ataupun memodifikasi file-file yang ada pada folder tersebut.
•Klik OK

2. Partisi (Harddisk) Sharing
•Klik kanan pada alamat harddisk yang akan di-sharing-kan (Misalnya : Drive D:)
•Klik Sharing and security…
•Catatan :
Kalau ada pesan If you understand the risk but still want to share the root of the drive, klik here, klik pada pesan tersebut.
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping tulisan Share this folder on the network dengan meng-klik-nya
•Ketikan nama pada Share name (nama yang mewakili harddisk tersebut pada jaringan), atau biarkan sesuai dengan nama harddisk nya
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping Allow network users to change my files, agar komputer yang lain pada jaringan dapat membaca sekaligus menulis ataupun memodifikasi file-file yang ada pada harddisk tersebut.
•Klik OK

3. CD-ROM Sharing
•Klik kanan pada alamat CD-ROM yang akan di-sharing-kan (Misalnya : Drive E:)
•Klik Sharing and security…
•Catatan :
Kalau ada pesan If you understand the risk but still want to share the root of the drive, klik here, klik pada pesan tersebut.
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping tulisan Share this folder on the network dengan meng-klik-nya
•Ketikan nama pada Share name (nama yang mewakili harddisk tersebut pada jaringan), atau biarkan sesuai dengan nama drive CD-ROM nya
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping Allow network users to change my files, agar komputer yang lain pada jaringan dapat membaca CD-ROM tersebut.
•Klik OK

4. Floppy Drive Sharing
•Klik kanan pada alamat Floppy Drive yang akan di-sharing-kan (Misalnya : Drive A:)
•Klik Sharing and security…
•Catatan :
Kalau ada pesan If you understand the risk but still want to share the root of the drive, klik here,
klik pada pesan tersebut.
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping tulisan Share this folder on the network dengan meng-klik-nya
•Ketikan nama pada Share name (nama yang mewakili Floppy Driver tersebut pada jaringan), atau biarkan sesuai dengan nama Floppy Drive nya
•Aktifkan tanda ceklist pada kotak disamping Allow network users to change my files, agar komputer yang lain pada jaringan dapat membaca sekaligus menulis ataupun memodifikasi file-file yang ada pada Disket.
•Klik OK

5. Membuka atau Mencari Komputer pada Jaringan
Menampilkan satu komputer
•Klik kanan Start
•Klik exporer
•Klik kanan My Network Places
•Klik Search for Computers…
•Ketik nama komputer yang akan dicari (Misalnya : PUSAT)
.Klik tombol Search
•Untuk mengaksesnya, klik 2x pada nama komputer yang tampil tersebut.
Menampilkan semua komputer
•Klik kanan Start
•Klik exporer
•Klik kanan My Network Places
•Klik Explorer
•Klik Entire Network
•Klik Microsoft Windows Network
•Klik pada nama Workgroup-nya
•Untuk mengaksesnya, klik 2x pada nama komputer yang tampil tersebut.

6. Map Network Drive (Pemetaan Media Jaringan)
Pemetaan media jaringan digunakan agar media sharing (Folder, Harddisk, CD ROM, Floppy Drive) pada jaringan dibaca sebagai sebuah alamat drive mandiri dan diperlakukan sama seolah-olah sedang mengakses media tersebut pada komputer sendiri.
Pemetaan media ini mendukung pemakaian beberapa alamat driver, tergantung sisa jumlah drive yang tersedia. Drive yang ada mulai dari Drive A: sampai dengan Drive Z: dikurangi oleh Drive yang sudah dipakai.
Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk memudahkan mengakses media tertentu pada jaringan tanpa melalui langkah-langkah pencarian alamat tersebut.
Apabila sebuah alamat media pada jaringan sudah dipetakan, pada Windows Explorer akan tampil alamat baru, dalam kondisi default, alamatnya adalah drive Z: kecuali kalau ditentukan menggunakan drive yang lain.

Langkah-langkah Pemetaan Drive :
•Cari alamat media jaringan yang akan dipetakan (misalnya : CD ROM pada komputer PUSAT)
•Klik kanan pada media tersebut pilih Map Network Drive…
•Tentukan drive yang diinginkan atau biarkan dalam kondisi default (tidak ditentukan)
•Klik Finish

Untuk melihat hasilnya, buka Windows Explorer (Klik Kanan Start – Explorer). Cari sebuah drive baru yang diikuti oleh nama komputer tempat alamat drive itu berada.

Menghilangkan Pemetaan Drive :
•Tampilkan Windows Explorer
•Cari Drive Network yang akan dihilangkan
•Klik kanan pada Drive tersebut
•Klik Disconnect


Printer Sharing

Yang dimaksud dengan printer sharing adalah berbagi pakai printer untuk dipakai bersama-sama dalam jaringan. Terdapat simbol tangan yang menandakan printer tertentu dapat diakses melalui jaringan.

1. Pasang dan Install Driver Printer
•Kondisi komputer dalam keadaan aktif (hidup)
•Pasanglah kabel power printer pada jalur listrik yang tersedia
•Pasanglah kabel koneksi Printer ke komputer
•Hidupkan printer dengan menekan tombol power pada printer
•Tunggu beberapa saat sampai komputer menampilkan pesan adanya komponen yang terdeteksi, yaitu printer.
•Masukan CD Driver Printer pada CD-ROM ketika komputer memintanya.
•Tunggu beberapa saat sampai komputer mencari dan menginstal file-file yang diperlukan, apabila tampil pesan konfirmasi yang menyatakan ada beberapa file yang cocok, klik NEXT.
•Setelah selesai, klik FINISH (Printer siap dipakai)

2. Printer Sharing
Membuka Printer Properties
a. Klik Start – Settting – Printers and Faxes
b. Klik Start – Printers and Faxes
Printer Sharing
•Klik kanan pada Printer yang akan di-sharing-kan
•Klik Sharing…
• Aktifkan Share this printer dengan meng-klik lingkaran kecil disampingnya
•Ketikan nama pada Share name (nama yang mewakili Printer tersebut pada jaringan)
misalnya : Prin-JAR
•Klik OK

3. Install Network Connection Printer (Koneksi Printer Jaringan dari komputer lain)
• Klik kanan Start
• Klik exporer
• Klik kanan My Network Places
• Klik Search for Computers…
• Ketik nama komputer yang akan dicari dan terhubung ke printer langsung (Misalnya : PUSAT)
• Klik tombol Search
• Klik 2x pada nama komputer tersebut.
• Klik 2x pada printer yang disharing kan
• Tunggu beberapa saat sampai tampil pesan status printer, Tutup pesan tersebut dengan mengklik tanda X disudut kanan.
• Koneksi ke printer pada komputer PUSAT berhasil.

Untuk melihat hasilnya, buka Printer Properties. Apabila berhasil maka akan ada printer jaringan yang ditandai dengan kabel jaringan di bawahnya.

Internet Connection Sharing

Yang dimaksud dengan Internet Connection Sharing adalah berbagi pakai layanan internet untuk dipakai bersama-sama dalam jaringan. Terdapat simbol tangan yang menandakan layanan internet tersebut dapat diakses melalui jaringan.

1. Pasang dan Install Driver Modem (Eksternal)
•Kondisi komputer dalam keadaan aktif (hidup)
•Pasanglah kabel power Modem pada jalur listrik yang tersedia
•Pasanglah kabel koneksi Modem ke komputer
•Hidupkan Modem dengan menekan tombol powernya
•Buka Device Manager, Klik Action
•Klik Scan for hardware changes
•Tunggu beberapa saat sampai muncul pesan permintaan drivernya
•Masukan CD Driver Modem pada CD-ROM
•Tunggu beberapa saat sampai komputer mencari dan menginstal file-file yang diperlukan, apabila tampil pesan konfirmasi, klik Continue Anyway…
•Setelah selesai, klik FINISH (Modem siap dipakai)

2. Pasang dan Install Driver Modem (Internal)
•Komputer dalam kondisi mati, buka Casing komputer
•Cari slot yang kosong dan sesuai dengan tipe slot Modem, biasanya slot PCI
•Buka penutup belakang slot PCI pada casing (kalau masih tertutup)
•Pasangkan Modem dengan baik pada slot tersebut, dan kencangkan dengan baut yang sesuai.
•Tutup kembali Casingnya.
•Nyalakan komputer (kalau tidak ada masalah), akan muncul pesan yang menampilkan adanya komponen baru.
•Kalau komponen Modem tersebut dapat dikenali sistem Windows, maka drivernya akan secara otomatis terinstall, tapi kalau sistem tidak mengenali diminta untuk memasukan driver bawaan.
•Masukan CD atau disket drivernya
•Klik Finish, Modem siap digunakan.


3. Internet Connection (Koneksi ke Jaringan Internet) via Telkomnet@instan
Koneksi Internet
•Pada Control Panel
•Klik 2x Network Connections
•Pada Network Task, klik Create a new connection
•Kemudian tampil pesan Welcome to the new connections wizard, klik Next
•Pilih Connect to the internet, klik Next
•Pilih Set up my connection manually, klik Next
•Pilih Connect using a dial-up modem, klik Next
•Pada ISP Name, ketikan nama dari koneksi ini. (Misalnya : Telkomnet atau Internet), klik Next
•Pada Phone Number, tuliskan nomor : 080989999, Klik Next
•Pada User name : Telkomnet@Instan , Password : telkom , Confirm password : telkom, klik Next.
•Berikan tanda ceklist pada Add a shortcut to this connection to my desktop, untuk menampilkan icon koneksi ini pada desktop. Klik Finish

Keterangan :
•Dial, untuk menghubungkan dengan jaringan internet
•Cancel, untuk keluar dari menu
•Properties, untuk mengatur setting koneksi
•Help, meminta bantuan petunjuk

Internet Sharing

Cara 1 :
• Pada pesan Connect Internet, klik Properties
• Klik Advanced, berikan tanda ceklist pada Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection
• Klik OK.
• Kemudian tampil pesan yang menyatakan bahwa Alamat IP akan berubah menjadi 192.168.0.1 dan menganjurkan agar Alamat IP pada komputer lain untuk di set pada Obtain IP Address automatically.
• Klik OK
Cara 2 :
•Klik Start
•Klik Control Panel
•Klik 2x pada Network Connections
•Klik kanan pada koneksi internet, pilih properties
•Klik Advanced
•Berikan tanda ceklist pada kotak disamping Allow other network users to connect through this computer’s Internet Connection
•Klik OK
• Kemudian tampil pesan yang menyatakan bahwa Alamat IP akan berubah menjadi 192.168.0.1 dan menganjurkan agar Alamat IP pada komputer lain untuk di set pada Obtain IP Address automatically.
• Klik OK

4. Pengaturan akses internet dari komputer lain
Setting IP Address
•Klik Start
•Klik Control Panel
•Klik 2x pada Network Connections
•Klik kanan pada Local Area Conection, pilih properties
•Klik Internet Protocol (TCP/IP).
•Klik Tombol Properties, sehingga muncul dialog TCP/IP Properties.
•Klik Obtain an IP address automatically
IP Address, Subnet Mask, Default Gateway dan DNS Server Kosongkan.
•Klik OK
•Klik Close

Layanan internet sudah terhubung, silahkan buka program Internet Explorer untuk membuka halaman web.